Model Pembelajaran Kontekstual

Model Pembelajaran Kontekstual
Alhamdulillah..., hari ini bisa lagi kembali untuk menulis di dalam blog ini meskipun saya lagi super sibuknya mengurus Usulan Judul Penelitian untuk Skripsi tapi tangan saya gatal sahabat blogger kalau tidak memegang keyboard untuk memposting...

Pada postingan yang lalu saya telah membahas tentang Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran, Jika sobat belum sempat membacanya,sobat bisa membacanya lagi  Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran

Pada postingan kali ini kita akan sama-sama membahas mengenai Model Pembelajaran Kontekstual. Bagi Anda yang mungkin berprofesi sebagai guru pasti sudah tidak asing lagi mengenai Model Pembelajaran Kontekstual dan pasti sudah sering menerapkannya ketika mengajar di sekolah.

Bagi Anda yang mungkin masih belum terlalu paham mengenai Model Pembelajaran Kontekstual, kita bahas bersama-sama yukk...

Bagaimana sahabat Blogger...??? Sudah siap...?? Kalau sudah siap, seperti biasa kita langsung saja ke TKP

A. Pembelajaran Berbasis Masalah ( Problem-based Learning )
 
Pembelajaran berbasis masalah ( Problem-based Learning ) merupakan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah dengan mengintegrasikan berbagai konsep dan keterampilan dari berbagai disiplin Ilmu
( Bern dan Erickson 2001 : 5 )


1. Problem-based Introduction ( PBI )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  4. Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan

2. Debate

 
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yg lainnya kontra
  2. Guru memberikan tugas untuk membaca materiyang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
  3. Setelah selesai membaca materi. Guru menunjuk salah satu anggotanya kelompok pro untuk berbicara saat itu ditanggapi atau dibalas oleh kelompok kontra demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  4. Sementara siswa menyampaikan gagasannya guru menulis guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan di papan tulis. Sampai sejumlah ide yang diharapkan guru terpenuhi
  5. Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  6. Dari data-data di papan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai

3. Examples Non-Examples

 
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :


  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 
  7. Kesimpulan
4. Controversial Issues
 
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru dan siswa melakukan brainstorming mengenai isu-isu kontroversial yang akan dibahas
  2. Siswa berkelompok memilih salah satu kasus untuk dikaji
  3. Siswa melakukan inquiri, mengundang narasumber, membaca buku, mengumpulkan informasi lain
  4. Siswa menyajikan/ mendiskusikan hasil inquiri, mengajukan argumentasi, mendengarkan counter-argumen atau opini lain.
  5. Siswa menerapkan konsep, generalisasi, teori ilmu sosial untuk secara akademis menganalisis permasalahan

B. Pembelajaran Kooperatif ( Cooperative Learning )

 
Bern dan Erickson ( 2001 : 5 ) mengemukakan bahwa cooperative learning ( pembelajaran kooperatif ) merupakan strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil dimana siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. 


Sedangkan menurut ( Depdiknas, 2003: 5 ) cooperative learning ( pembelajaran kooperatif ) merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok kecil siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

( Komalasari 2010 ) didalam bukunya mengatakan Model-model Pembelajaran Kooperatif meliputi antara lain kepala bernomor, skrip kooperatif, tim siswa kelompok prestasi, berpikir berpasangan berbagi, model jigsaw, melempar bola salju, tim TGT, kooperatif terpadu membaca dan menulis,dan dua tinggal dua tamu.


1. Numbered Heads Together ( Kepala Bernomor ) dari Spancer Kagan ( 1992 )

Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan

2. Cooperative Script ( skrip kooperatif ) dari Dansereau CS ( 1985 )

 
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
  2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
  5. Sementara pendengar :
  • Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
  • Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
6. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya.            Serta lakukan seperti diatas. 
7 Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 
8 Penutup 

3. Student Teams Achievement Divisions ( STAD ) ( Tim Siswa Kelompok Prestasi ) dari Slavin ( 1995 )

Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
  1. Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  2. Guru menyajikan pelajaran
  3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  4. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  5. Memberi evaluasi
  6. Kesimpulan

4. Think Pair and Share ( Frank Lyman, 1985 )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
  3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  5. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
  6. Guru memberi kesimpulan
  7. Penutup
5. Jigsaw ( Model Tim Ahli ) dari Aronson,Blaney, Stephen, Sikes,dan Snapp ( 1978 )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
  2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
  4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
  6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
  7. Guru memberi evaluasi
  8. Penutup 

6. Snowball Throwing ( Melempar Bola Salju )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
  2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
  3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
  4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  5. Kemudian kertas tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
  6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  7. Evaluasi
  8. Penutup
7. Team Games Tournament ( TGT )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengajar: Guru menyampaikan materi
  2. Belajar kelompok: siswa belajar dengan menggunakan lembar kerja dalam kelompok untuk menguasai materi.
  3. Turnamen: siswa memainkan pertandingan akademik dalam regu yang berkemampuan homogen, masing-masing meja turnamen berisi 3 anggota.
  4. Penghargaan kelompok: skor kelompok dihitung berdasarkan skor anggota kelompok turnamen, dan kelompok baru diakui bila dapat melampaui kriteria minimal.

8.Cooperative Integrated Reading and Composition ( CIRC ) ( Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis ) dari Steven dan Slavin ( 1995 )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  5. Guru membuat kesimpulan bersama
  6. Penutup

9.Dua Tinggal Dua Tamu ( Two Stay Two Stray ) Spancer Kagan 1992
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa
  2. Setelah selesai, dua orang dari masing-masing bertamu kedua kelompok yang lain
  3. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka
  4. Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain
  5. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka

C. Model Pembelajaran Berbasis Proyek ( Project based Learning )


Bern dan Erickson ( 2001: 7 ) menegaskan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek ( Project based Learning ) merupakan pendekatan yang memusat pada prinsip dan konsep utama suatu disiplin, melibatkan siswa dalam memecahkan masalah dan tugas penuh makna lainnya, mendorong siswa untuk bekerja mandiri membangun pembelajaran, dan pada akhirnya menghasilkan karya nyata.

Model Pembelajaran Berbasis Proyek antara lain sebagai berikut
1. Pembelajaran Portofolio
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi masalah yang ada di masyarakat
2) Memilih masalah untuk kajian kelas
3) Mengumpulkan informasi tentang masalah yang akan dikaji oleh kelas
4) Mengembangkan portofolio kelas
5) Penyajian portofolio ( show-case )

2. Inquiry
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
  1. Merumuskan masalah
  2. Mengamati atau melakukan observasi lapangan
  3. Menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan, gambar, laporan, bagan, tabel dan karya lainnya
  4. Mengomunikasikan atau menyajikan hasil karya pad pembaca,teman sekelas, guru, atau audien lainnya.

3. Group Investigation ( Sharan, 1992 )

Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
  2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
  3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
  4. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif berisi penemuan
  5. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
  6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
  7. Evaluasi
  8. Penutup

4. Karyawisata

Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan: seperti pembentukan panitia pelaksana, penyusunan proposal, mengurus izin perjalanan
  2. Pelaksanaan,meliputi: pembagian kelompok dan penjelasan tugas, Pelaksanaan dilapangan sesuai dengan proposal
  3. Siswa membuat laporan kegiatan karyawisata
  4. Siswa mempresentasikan laporan kegiatan karyawisata
  5. Guru bersama siswa mengklarifikasi dan menyimpulkan
  6. Evaluasi
D. Model Pembelajaran Pelayanan ( Service Learning )

Pembelajaran Pelayanan ( Service Learning ) adalah pendekatan yang menyediakan suatu aplikasi praktis suatu pengembangan pengetahuan dan keterampilan baru untuk kebutuhan di masyarakat melalui proyek dan aktivitas ( Bern dan Erickson, 2001: 6 )
Langkah-langkah Pembelajaran Pelayanan :
  1. Guru menjelaskan kompetensi yang akan dicapai
  2. Guru menjelaskan kegiatan pelayanan yang akan dilakukan ( bentuk, tempat, dan waktu )
  3. Guru menjelaskan tujuan kegiatan pelayanan yang akan dilakukan
  4. Siswa menyiapkan bahan/materi/jasa/tenaga yang bisa disumbangkan untuk kepentingan sekolah/masyarakat
  5. Siswa dengan bimbingan guru melakukan kegiatan pelayanan di sekolah atau masyarakat
  6. Siswa membuat laporan tentang kegiatan pelayanan dan nilai-nilai manfaat dari kegiatan pelayanan yang telah dilakukan
  7. Siswa mempresentasikan laporan didepan kelas
  8. Guru dan siswa mengklarifikasi nilai-nilai positif dari kegiatan pelayanan yang telah dilakukan
  9. Guru bersama siswa menyimpulkan

E. Model Pembelajaran Berbasis Kerja


Pembelajaran Berbasis kerja ( Work Based Learning ) merupakan suatu pendekatan dimana tempat kerja terintegrasi dengan materi dikelas untuk kepentingan para siswa dalam memahami dunia kerja terkait.
Model-model Pembelajaran Berbasis Kerja antara lain sebagai berikut

1. Role Playing
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
  1. Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  2. Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kbm
  3. Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  4. Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  5. Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  6. Masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan mengamati skenario yang sedang diperagakan
  7. Setelah selesai dipentaskan, masing-masing siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas
  8. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  9. Guru memberikan kesimpulan secara umum
  10. Evaluasi
  11. Penutup 

2. Mendatangkan Model Pekerja ke Kelas


Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2) Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
3) Guru mengundang pekerja dari instansi terkait untuk mendeskripsikan pekerjaannya
4) Seluruh siswa memperhatikan deskripsi pekerjaan yang dipaparkan dan menganalisisnya
5) Siswa bertanya jawab dan bertukar pikiran dengan model pekerja
6) Siswa diberi tugas membuat laporan
7) Siswa mengemukakan hasil laporannya
8) Guru membuat kesimpulan

3. Tudi Lapangan Kerja
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut :

  1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  2. Guru menjelaskan kegiatan studi lapangan yang akan dilakukan ( bentuk,tempat dan waktu )
  3. Guru menjelaskan tujuan dan prosedur kegiatan studi lapangan kerja yang akan dilakukan
  4. Siswa menyiapkan instrumen wawancara dan observasi untuk digunakan siswa dalam studi lapangan kerja
  5. Siswa secara berkelompok dengan bimbingan guru melakukan kegiatan studi lapangan kerja
  6. Siswa membuat laporan kelompok tentang kegiatan pelayanan dan nilai-nilai manfaat dari kegiatan pelayanan yang telah dilakukan
  7. Siswa perkelompok mempresentasikan laporan didepan kelas
  8. Siswa kelompok lain menganalisisnya
  9. Guru mengklarifikasi hasil diskusi dari presentasi kelompok
  10. Guru bersama guru menyimpulkan

F. Model Pembelajaran Konsep ( Concept Learning )
Model Pembelajaran Konsep ( Concept Learning ) antara lain sebagai berikut
 

1. Scramble
 
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut
1) Guru menyajikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai

2) Membagikan Lembar kerja sesuai contoh
 

2. Make-A Match ( Mencari pasangan ) dari Lorna Curran ( 1994 )
 

Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut
  1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
  2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
  3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
  4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
  5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
  7. Demikian seterusnya
  8. Kesimpulan/penutup

3. Broken Triangle /Square/Heart ( Pecahan Segitiga/ Bujur sangkar/Hati )
Langkah-langkah dalam Pembelajaran ini adalah sebagai berikut

  1. Guru menyiapkan beberapa bentuk segitiga/bujur sangkar/hati yang dipecah kedalam beberapa kartu.Masing-masing kartu berisi satu option uraian dari konsep materi dan akan membentuk satu kesatuan ( utuh ) bentuk tertentu segitiga/bujur sangkar/hati
  2. Setiap kelompok siswa mendapat beberapa potongan kartu pecahan dari segitiga/bujur sangkar/hati
  3. Setiap kelompok siswa membentuk satu kesatuan kartu kedalam segitiga/bujur sangkar/hati yang tepat sehingga membentuk satu kesatuan konsep materi
  4. Setiap kelompok siswa yang dapat membentuk satu kesatuan kartu pecahan segitiga/bujur sangkar/hati sebelum batas waktu diberi poin
  5. Perwakilan masing-masing kelompok siswa menempelkan satu kesatuan kartu pecahan segitiga/bujur sangkar/hati dipapan tulis
  6. Guru dan siswa mengklarifikasi hasil karya siswa dalam membentuk segitiga/bujur sangkar/hati konsep materi
  7. Kesimpulan/penutup
Bagaimana, Apakah Anda sudah mendapat Gambaran Mengenai Model Pembelajaran Kontekstual ?

Disana gunung, disini Gunung, Ditengah-tengahnya Pulau Sulawesi,penulisnya bingung, 
pembacanya juga lebih bingung,yang penting bisa berbagi Sampai bertemu lagi pada postingan berikutnya.

Silahkan Masukkan Alamat Email Anda dibawah ini Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru dari www.hayardin.com di Inbox E-mail Anda :

8 Responses to "Model Pembelajaran Kontekstual"

  1. aslmkum, saya mau tanya pa kalau buku2 yang membahas tentang broken triangle tuh judulnya buku apa ya?????mohon bantuannya ya, saya butuh banget buku2 itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikum salam wr.wb.
      Kalau sobat Kholis ingin mencari buku tentang broken triangle coba jalan-jalan saja ke kutukutubuku.com
      Semoga keinginan sobat dapat ditemukan disana.

      salam blogger.

      Hapus
  2. ismaya anggraini14 Mei 2012 03.26

    aslm,,maaf saya ingin bertanya,kalo model pembelajaran broken triangel itu ada kelebihan dan kekurangannya ga ya?kalo ada mohon di lengkapi ya,terima kasih.

    BalasHapus
  3. kalau dari buku yang saya jadikan referensi kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran broken triangel tidak ada dicantumkan, tapi kalau dari saya pribadi kelebihannya adalah murid akan lebih mudah memahami konsep dari materi yang diajarkan karena model ini merupakan model pembelajaran konsep. Kalau dari keurangannya dibutuhkan persiapan yang lebih dari gurunya sebelum memulai pelajaran.

    BalasHapus
  4. contoh nyata dari pembelajaran pelayanan bagaimana ya,,,terima kasih

    BalasHapus
  5. mf mo tny referensi asing soal model pembelajaran snowball throwing ada?ato sejarahna gtu?trmksh

    BalasHapus
  6. Kalau referensi asingnya saya belum pernah posting,,,tapi kalau yang referensi bahasa indonesianya sydah pernah saya posting, sobat bisa mencarinya di daftar isi blog ini...

    BalasHapus

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Dalam Blog www.hayardin.com

Silahkan Tinggalkan Komentar Karena Komentar Anda adalah inspirasi saya untuk membuat goresan dalam blog ini...

Saya akan sangat berterima kasih dan menghormati Anda jika tidak melakukan SPAM. Kritik dan saran yang membangun akan saya terima dengan senang hati...

Salam SUKSES !

Hayardin, S.Pd