4 Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model pembelajaran pada postingan kali ini akan berbagi mengenai Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD setelah pada postingan yang lalu telah membahas mengenai Kelebihan atau keunggulan model pembelajaran STAD. Bagi Anda yang saat ini sedang mencari referensi mengenai Kelebihan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Anda bisa kembali melirik postingan terdahulu dalam blog ini mengenai Kelebihan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebelum kita sama sama membahas mengenai Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Kelemahan Atau Kekurangan Model Pembelajaran STAD dalam proses penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu unsur yang perlu Anda masukkan jika memilih Model Pembelajaran STAD sebagai Model Pembelajaran dalam menyusun PTK. Oleha karena itu tulisan ini hadir untuk Anda. Lewat tulisan yang sederhana ini saya akan berbagi kepada Anda mengenai Kelemahan atau Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model pembelajaran STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang tergolong mudah dalam penerapannya ketika kita mengajar di dalam kelas. Saya pribadi ketika masa masa PPL maupun saat hari pertama mengajar sebagai Guru honorer di SD Inp 30 Siawung di Kecamatan Barru Kabupaten Barru lebih cenderung memakai model pembelajaran STAD ketika mengajar di dalam kelas.

Model pembelajaran STAD, disamping memiliki kelebihan atau keunggulan juga memiliki kekurangan atau kelemahan. Dess (1991: 411) mengemukakan 4 Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebagai berikut:


  1. Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif.
  2. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran kooperatif.
  3. Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk murid sehingga sulit mencapai target kurikulum.
  4. Menuntut sifat tertentu dari murid, misalnya sifat suka bekerja sama.


Selama saya mengajar di SD Inp 30 Siawung dan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, saya juga dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa salah satu kekurangan yang kadang didapatkan ketika mengajar di dalam kelas dengan menggunakan Model Pembelajaran STAD yaitu terkadang ada anggota kelompok yang tidak aktif ketika Proses Kerja Kelompok berlangsung.

Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan Usaha Ekstra dari Guru untuk mengontrol jalannya diskusi kelompok sehingga semua anggota kelompok bisa aktif pada saat proses Kerja Kelompok berlangsung.

Bagaimana ? Apakah Anda sudah mendapat sedikit gambaran mengenai Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ?

Bagi Anda yang berprofesi sebagai Guru, Semoga setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD ini, kompetensi dasar yang Kita harapkan bisa tercapai. Amin

Bagi Anda yang masih dalam perjuangan untuk meraih gelar Sarjana, Anda tidak Perlu GALAU karena Skripsi yang tidak kelar-kelar. Teruslah Beruang ! Yakinlah, sebuah titik terang menanti Anda di depan sana.


Happy Blogging dan salam SUKSES untuk Pendidikan di Indonesia !

Posting Komentar untuk "4 Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD"